Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Keusilan Misteri

Nana memeriksa seluruh tempat yang tadi ia singgahi, mulai dari meja dekat pintu masuk kantor, meja kerjanya sendiri, meja kerja teman-temannya sampai ke permadani yang terhampar diujung ruangan. Disitu biasanya ia berkumpul dengan teman-teman untuk sekedar meluruskan kaki yang terlalu lama ditekuk saat duduk, kegiatan lain yang biasa ia dan teman-teman sekantornya lakukan diatas permadani ujung ruangan, juga sebagai tempat berbagi makanan, sholat sampai dengan rapat. Barang yang dicari masih belum ditemukan, sebuah kunci motor dengan hiasan gantungan sepatu kecil berwarna merah. Praktis ia tak bisa pulang jika benda kecil itu tak ada. Malas melanjutkan pencarian karena ia sudah terlalu lelah, Nana memutuskan untuk menelpon adiknya dirumah agar mengantarkan kunci duplicat yang dulu pernah dibuat. 20 menit menunggu akhirnya Ia bisa pulang dengan hati masih penasaran demi mengingat kunci motornya yang hilang. Sesampainya dirumah, Nana menjatuhkan diri diatas ranjang kamarnya. Sepekan

Langit-langit Putih

Ditempat lain, salah satu kamar dengan warna putih mendominasi dindingnya, terbaring lemah seorang wanita yang tak berdaya membuka mata, saat kesadarannya sudah penuh, otaknya mulai bekerja mengingat dan menyimpulkan sebab ia berada diruang asing ini.  Benturan yang tak terelakkan terjadi, masa itu, memburu waktu pagi sudah menjadi rutinitasnya, mengantar buah hati dan menuju tempat kerja. Seingatnya ia dihalang oleh dua kendaraan, yang satu wanita sedang lainnya adalah pria.  Pintu ruang itu terbuka, memutuskan ingatan wanita yang sedang berusaha merunutkan peristiwa yang dialaminya. "Selamat pagi Ibu April, anda sudah siuman?" Sapa seorang perawat yang baru masuk dalam kamar rawat. "Berapa lama..?" Pertanyaan dibalas pertanyaan, kalimatnya menggantung karena sulit diteruskan. Namun perawat paham maksud kalimat tersebut. "Dua hari bu, sejak kedatangan anda sampai dengan siuman" perawat memberitahukan. April kembali

Waktuku

Masa telah dibatas sejak semula Ujung lorong misteri itu menunggu Dalam bayang gelap tak terlihat Tak mampu pastikan ada-tiadanya Ini hanya masalah posisi Ada dan tiada Makna adanya berarti masih disini Dalam planet cantik bernama Bumi Sedang tidaknya adalah hilang dalam tangkapan indra Jangan ditunggu Karna ia-nya pasti Penantian kini hanya sisa Saatnya mengumpulkan remah-remah pahala Wahai jiwa Kini kau ada Dalam tubuh ringkih lagi rapuh Entah kapan kau tiada Melepas diri dari tubuh Jika sampai waktu itu Maka pergilah Namun sedikit kesempatan kuharap dapat tinggalkan pesan Bahwa kematian itu pasti datang Bahwa waktunya menjadi misteri Dan sakitnya perpisahan itu hanya dirasa sendiri Lalu duka bagi yang menangisi Tak dapat menanggung si mati Wahai jiwa Mari kupaksa kau persiapkan diri Meraih pahala sebelum mati Apalah arti kesenangan duniawi Jika nyala bara jadi tujuan nanti

Misteri Awan Putih

Nyanyian waktu bergaung berderu Penikmat masa terkapar terlena Hidup melangkah menyambut hari baru Hingga maut yang misteri tiba Berderu.. Terlena.. Hari-hari baru.. Maut tiba.. Ujung nafas ini kan berakhir Penantian ini pun akan sampai Persiapkan diri  menuju Yang Mulia Di Arasy Agung penuh Cahaya ******** Cerita sebelumnya.. Afa menikmati kegilaan sesaat setiap pagi dari pengendara-pengendara motor yang mengejar waktu. Selagi Afa sibuk dengan pikirannya, ibu berusaha menghindari dua pengendara motor yang menghalangi jalannya. Mereka melaju dari arah berlawanan, dengan klakson panjang ibu memberi tanda peringatan agar mereka menghindar atau mengurangi kecepatan. Kali ini tak ada kemarahan atau bentuk kesal lainnya yang biasa hadir setelah melihat aksi para pengendara motor yang terkena sindrom terlambat dipagi hari, Ibu berkata "syukurlah kita masih selamat, entah amal ibadah siapa yang sangat baik dimata Tuhan, sehingga tak ada yang celaka&qu

Kabutku

Hadir serupa kabut Hanya memandang yang kudapat Adanya tak dapat digenggam Merapuh dalam diam Hatiku memang sedang berduka Kehilangan orang tercinta Luka menganga harus kututup Karenanya tetap menikmati hidup Tunggulah aku disana Ditelaga bening beriak rendah Mungkin perjalanan ini masih lama Jadi..bersabarlah Engkau yang memperkenalkanku ujung lorong yang terbuka Engkau pula terang yang mengibaskan harapan Sekilas senyum penutupmu kembali merayu Melepas isyarat sedih membelai pipi Kali itulah terakhir kau undang kembali tetes bening lepas tanpa daya Jatuh oleh gaya gravitasi Wahai pembuka Kau lepas aku yang lemah ditengah ribuan mata belas kasihan Sedih telah lama kumulai..tapi sekejap bahagia kutuai Layaknya kabut malam tak tergenggam Hanya dapat dipandang dalam keheningan (catatan suatu malam membuka kenangan, kematian itu tak terduga namun dekat ditepi mata)

Taukah Tuan..

Taukah Tuan? Aku pernah merindukanmu Menantimu ditengah gelapnya harapan Mengumpul bungkam Lalu kularutkan sunyi dalam angan Menit menjauh Harapan gugur disela-sela jariku Dendam berganti lesu Api-api dalam darah dan cinta kini mulai membatu Aku membisu Berjuta kata telah kukubur dalam peti Kutinggalkan tak bersisa disudut hati Mungkin setelah ini akan kukremasi Taukah Tuan? Hari-hari pencarianku sudah berakhir disini Dalam menit dan detik ini Aku kembali ke alamku Alam dimana tak ada warna seindah langit biru Tak ada sosok pengganggu Yang ada hanya aku dan bayangku Dalam selimut kabut dini hari Aku memeluk embun pagi Merancang mimpi mengundang indah Sebab lelahku harus tumpah Mengganti perih yang tak parah Karena dari awal memang aku tidak serakah #Catatan malam sebelum keperaduan, Ikhlaskan! #ODOP2 pekan ke-4

Maaf.."Itu" Terbuka

Siang itu waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Panasnya matahari asyik menjilati kulit, teriknya sampai membuat perih wajah dan pergelangan tanganku yang terbuka, selebihnya tak masalah karena tertutup kain sesuai perintah, Alhamdulillah. Bus melaju kencang dijalan utama kota. Dengan penumpang penuh sesak berdesakan, bisa dibayangkan suhu didalam terasa semakin panas lengkap dengan udara pengap. Bercampur aroma tubuh-tubuh yang sebelumnya entah mengkonsumsi apa saja, maka hasilnya luar biasa "wangi". Jika sudah begitu, mau bagaimana lagi, menerima dan bersabar adalah pilihan terbaik yang harus dipilih. Pulang dari hiking di luar kota dan kembali dengan bus umum memang sudah biasa kualami. jadi yaa..dinikmati. Posisiku demikian beruntung sehingga bisa menikmati udara yang berhembus kencang dari luar, tapi jika tak kuat berpegangan, jelas buntung yang akan kudapat. Berdiri didekat pintu masuk bus, walau pegal dikaki terasa menyiksa, namun terbayarkan dengan memandang

Berpikir Positif

Tiga hari dua malam..1 Juz..Bisa..! Kegiatan ini dirancang untuk membuktikan kemampuan para siswa dalam menghafal AlQur'an. Tekhnisnya hafalkan dan setorkan!, minimal tiga baris setiap kali menyetorkan hafalan. Bisa atau tidak? mudah atau sulit? semua bisa dijawab setelah kegiatan selesai dilaksanakan Mengamati proses menghafal selama kegiatan berlangsung membuatku takjub dengan cara kerja otak manusia. Ketika target dipasang, rencana disusun, strategi dan metode dijalankan, otak dan perasaan harus terlebih dahulu berada dalam satu jurusan. Mau dan mampu. Berpikir positif itu perlu. Jika pada hari-hari biasanya para siswa menghafal minimal tiga baris setiap menyetorkan hafalan di pelajaran tahfiz yang terjadwal sebanyak enam jam perminggu (3x pertemuan), maka target pada kegiatan kali ini adalah 1 juz selama tiga hari dua malam. Bisakah..? Sebelum kegiatan menghafal dimulai, acara pembukaan dilaksanakan, kemudian materi motivasi menghafal disampaikan pada para siswa. Sebelum

Buku Terbaik

Menjawab tantangan ODOP 2 pekan ke-3 Buku Terbaik.. (sambil merem dan kening berkerut) aku berpikir, buku apa yang terbaik menurutku..? Jika diingat-ingat banyak sekali buku-buku yang sudah kubaca (baik yang sudah selesai atau belum selesai dibaca). Mulai dari pandai memegang buku (benar-benar baru pandai menggenggam buku loh yaa..!) sampai dengan saat tulisan ini kuketik, terbayang beberapa judul buku yang masih kuingat dan sangat berkesan. Terpilihlah beberapa nominasi buku terbaik versi seorang Na. 1. Belajar Membaca A-B-C Nah..pasti ketebak kan..? Yap..betul sekali, dari judulnya tentu saja buku ini pasti masuk nominasi menjadi buku terbaik, karena jasanya aku bisa mengenal huruf-huruf. Perlu dingat dan digarisbawahi, baru bisa mengenal. 2. Terbang Dengan Pesawat Terbang Ini adalah salah satu judul buku yang menyebabkan aku lancar mengeja, dan untuk pertama kalinya aku bisa membaca buku hingga selesai dengan cara mengejanya. Ini sungguh pengalaman yang sangat men

Beristirahatlah Dengan Tenang..

Beristirahatlah dengan tenang.. Wahai jiwa yang malas Tergeletaklah tak berdaya dan jangan bergerak Lepaskan genggamanmu..lepaskan Aku akan keluar dari ruang gelap pengap yang pekat Merangkak.. Berjalan.. Bahkan berlari.. Silahkan dan segera lenyaplah Rona terang lahir dari ketukan jari terbata satu persatu Berat sudah saraf-saraf kepala bekerja Kata-kata terangkai makna meninggalkan resah Menyambut seringai pemusnah putus asa Detik ini aku belum mati Kusambung asa menendang jiwa malas yang keras Menulis..aku menulis Hari ini kukirim, hari ini aku menang. Beristirahatlah dengan tenang.. Wahai jiwa yang lemah.. Pergilah bersama kemalasan yang tak lagi berdaya Aku bisa.. Aku mampu.. Aku kuat mengangkat pena. #EdisiIsiUlangSemangat #ODOP2. Pekan ke-3

Kegilaan Sesaat

Pernah lihat orang waras yang menjadi gila secara berjama'ah? bukan..bukan karena kesurupan atau sedang akting, ini benar-benar orang waras yang gila secara bersama-sama dan diwaktu yang sama pula, kegilaan ini selalu terjadi pukul 7 pagi. Gilanya seru bahkan sampai mengundang mati. Sudah ketebak kenapa bisa seperti itu? jawabannya adalah karena waktu, kegilaan ini disebabkan oleh waktu yang sempit namun perjalanan yang ditempuh untuk sampai pada tempat tujuan masih jauh. Pagi ini seperti biasanya Afa di antar ibu ke sekolah. Jalanan padat walau tak harus merayap, kebisuan menemani selama perjalanan menuju sekolah. Ibu tak bersuara karena fokus mengendarai motor dan jalan yang ditempuhnya. Setiap pagi adegan-adegan lucu akan Afa nikmati secara gratis. salah satu contohnya adalah musik klakson bersyair sumpah serapah dari pengendara motor yang hampir bertabrakan atau perebutan jalan saat lampu merah. "Bod*h.., Gil*..!" Teriak seorang bapak yang mengendarai m

Awan Putih

Awan putih bertumpuk Terlihat lembut nan empuk  Terang hari menyihir kantuk Mata sayu merayu pelupuk Afa duduk dikursi panjang dengan punggung bersandar ditepi jendela kantor kepala sekolah. Menit-menit berlalu menyambut jam merangkak siang, yang ditunggu belum juga datang. Berapa lama lagi harus menunggu, Afa menguap panjang melepas kebosanan. matanya terpejam menyambut kantuk yang sedari tadi menyerang. Belum lima menit matanya terpejam sebuah suara memaksanya membuka mata, biru pandangannya saat kelopak mata terbuka. "Belum dijemput Fa..?" Tanya pak Tama, sambil menghampiri Afa yang sedang duduk didepan kantornya "Belum pak, setiap hari seperti ini" Afa mengeluh, lelah dan capek terlihat diwajahnya. "Sabar nak, ibumu pasti datang nanti, apa sudah dihubungi?" Pak Tama mengingatkan Afa. "Sudah pak, katanya ibu sedang ada rapat" Afa menjawab dengan suara lirih. sedih dan kecewa bercampur jadi satu. Hal seperti ini

Rekam Na

Rekaman hari ke-11.860 Dua hari setelah Gerhana, lihatlah cerahnya matahari setelah pertemuanya dengan bulan. Panasnya membuat peluh-peluh bercucuran, aku yakin ia pasti lupa daratan setelah ketemuan. " Kun!! " Tuhan menyerukan. Perhatikan, angin berhembus dari perlahan menjadi kencang, awan berkumpul berarak-arak menumpangi angin menjelajah daratan. Uap-uap air mewarnai awan terang menuju kelabu..., mendung. Guntur mulai berteriak diawali malu-malu, mungkin ini intro sebagai pemanasan. Senyumku mengembang menyambut kilat. "Hai sobat..., lama tak bertemu, jujur aku rindu," bisikku pada cahaya yang mampir sekejap itu. Hari ini hujan lebat membasahi bumi tempat aku berpijak. Musik alam gegap gempita, orkestra langit membahana, sedang bumi menari menyambut nikmatnya. Alhamdulillah. " Allahumma shoiyyiban naafi'an, " doa kupanjatkan tanda syukurku pada Tuhan pemilik hujan. Seperti apa aku bersyukur ketika menyambut hujan, b

Jupe-ku sayang

Namanya Jupe. Kemanapun aku pergi, ia selalu bersamaku, dekat ataupun jauh jalan yang ditempuh, ia setia menemani. Cuaca panas maupun hujan, selalu dapat diatasi. Karena kami bersama, karena jupe setia, ringan atau berat bisa dilewati dengan mudah. Pernah suatu kali jupe jatuh, ditabrak pengendara motor tak bertanggung jawab, teman setiaku itu terkapar sesaat, pingsan sekejap. Syukurlah saat itu jupe ditolong banyak orang, dibawa ke pinggir jalan dan di bantu berdiri. Kasihan jupe, kubawa ia pulang kerumah, namun tak ku kabari kondisinya pada keluarga, sebab jupe tak apa-apa, begitulah yang kurasa. Kisah lain tentang si Jupe adalah dia gak mau jalan sama teman-temanku. Bukan berarti si Jupe sombong, tapi teman-temanku gak paham jalan sama Jupe. bingung kan..? Yaa..kupikir itu karena jupe terlalu rumit bagi mereka. Awal pertama Aku kenal jupe dari tahun 2006, tepatnya 10 tahun yang lalu,  hanya saja saat itu kami tidak dekat. Baru 5 tahun terakhir ini persahabatan kami jadi erat.

Mencari dan mencari.

Aku sudah cari kesana kemari, di tempat kursus tak kutemukan, di rumah murid yang belajar ngaji juga tidak ada. "Mungkin dia di rumah" begitu pikirku Sesampainya dirumah aku memulai aksi pencarian, pertama rak buku, kubuka satu persatu buku koleksiku, membolak balik halamannya, jika tak ada disatu buku..maka kucari lagi dibuku yang lainnya. Selesai mengaduk rak buku kulanjutkan pencarian di dalam kamar. Proses pencarian yang panjang, hingga memakan waktu dua jam didalam kamar, mulai dari kasur sambil tidur-tiduran, jongkok lalu lompat-lompat, kemudian iseng nyalakan tv, kupikir..siapa tau ingat sesuatu saat nonton nanti.  Cukup...aku bosan dikamar, lagi pula yang dicari tak kutemukan. Perutku mulai lapar. Segera saja aku berpindah ruangan, lapar sebenarnya memiliki kekuatan tersendiri, yaa..apalagi kalau bukan kekuatan untuk berusaha mengatasi rasa lapar itu sendiri. Baiklah..pencarian dipending dulu..karena urusan perut kini jadi nomor satu. Keterlaluan..bena

Polisi Tajwid

Imam Jazari, seorang ulama dan pakar Tajwid al-Qur'an mengatakan dalam matan 'al-Jazari'nya:  "Membaca al-Qur'an dengan tajwid adalah sebuah keharusan, Siapa yang tidak men-tajwidkan al-Qur'an maka ia berdosa. Karena dengan Tajwid Allah menurunkannya. Dan demikianlah ia sampai kepada kita juga dengan tajwid." ******* Normalnya jika kita mendengarkan bacaan Alqur'an maka hati akan menjadi tenang, sejuk, damai, dan bahagia (bagi yang sedang sedih) atau jadi sedih (karena haru). Namun kali ini aku tak bisa mentolerir hati. Aku marah, kesal, kecewa, gemas dan sedih. Dalam waktu sepersekian detik aku berubah, bukan menjadi setan atau sejenis pahlawan hero di TV sejak mendengar siswiku mengaji, melainkan berubah menjadi polisi. Tepatnya seorang polisi tajwid ..kuulangi T A J W I D . Bagaimana tidak berubah, siswi-siswiku menjadi manusia yang tidak disiplin dalam membaca Alqur'an..khususnya bagian tajwid. Kali ini yang kusoroti dan kuspecialkan ada

Dedek..Jangan Nakal..!

"Siapa itu..kok belum dijemput...?" Teriakku menegur anak kecil yang sedari tadi mengintipku dari balik etalase. Aku tak menggubrisnya kali pertama ia mengintip, namun ini sudah ketiga kalinya, pasti ia punya keperluan mendesak tapi malu atau takut menyapaku. Sudah pukul 17.00 wib, apa dia belum dijemput orang tuanya..?. Aku membatin. Baiklah..lebih baik aku keluar, barangkali ia ada di depan pintu kantor. Tapi tak ada siapa-siapa di depan kantor. Dari kejauhan kulihat Tita dan Ragil siswi kelas VII yang baru keluar dari kelasnya, sepertinya baru selesai remedial. "Tita..Ragil.." aku memanggil kedua anak itu. "Iya bu.." sahut mereka sambil berlari menghampiriku. "Apa anak TK hari ini berseragam putih?" Tanyaku memastikan warna baju seragam anak TK  berada di lantai 1 dan 2. Maklumlah aku jarang sekali ke gedung ini, wajar jika aku tak pernah ingat seragam yang anak-anak TK kenakan sehari-hari. ****** Namaku Mei, aku bekerja sebagai pe

Diet vs Mama

" Atas kemaslahatan lemak sedunia. Ini bukan curhat colongan biasa. " (Dikutip dari buku catatan hati si Bohay) Pada tau tentang dietkan? Program diet? Macam-macam diet? Ya..betul sekali. Diet adalah usaha seseorang untuk menurunkan berat badannya dan menghilangkan atau mengurangi tumpukan lemak dalam tubuh. Diet sebagian besar dilakukan oleh makhluk halus bernama wanita..(halus hatinya, hehehe) termasuk aku..iya aku..gak percaya? Coba sentuh hatiku! Gak bisakan? Hihiii.. Diet juga dilakukan kaum pria, khususnya yang perutnya tak lagi berkotak-kotak, tapi 1 bulat. Diet ada banyak macamnya, Diet Mayo yang pantang makan nasi, garam dan minyak, dilakukan selama 13 hari. Diet Buah yang hanya makan buah-buahan saja, bahkan ada yang namanya diet pisang, yang hanya makan buah pisang selama 22 hari. Ada lagi Diet air, ini mah bukan minum air aja selama diet, tetap makan juga, hanya saja sebelum makan minum air dan lebih banyak minum air dalam programnya. Ada dietnya om DC

Hukum "Truk Sampah"

Banyak orang seperti (membawa) truk sampah, mereka berjalan keliling mambawa sampah seperti: frustasi, amarah, dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka butuh tempat untuk membuang sampahnya.  (David J. Pollay)  Pagi tadi, pukul 06.30 mama memintaku untuk membeli sarapan untuk kakek. Setelah sarapan nanti kakek harus minum obat. Tapi karena makanan belum siap, membeli sarapan diluar adalah pilihan terbaik. Kebetulan pilihan kakek adalah martabak mini. Dengan gerak cepat aku harus berpakaian lengkap dan tancap gas menuju Pasar Mini Awiel. Pasar Mini Awiel letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku, tapi walaupun terhitung dekat, tetap saja harus mengendarai motor, sebab jalan untuk menuju pasar tersebut harus memutar dan melawati jembatan yang terbentang diatas sungai kecil, jalan kaki akan memakan waktu lama, apalagi aku harus mengantar adik ke sekolah. Pasar Mini Awiel adalah pasar kecil yang dikelola oleh Pak Awiel, terdapat beberapa kios yang mew

DOA (part II)

" Innalillahi wa innailaihi roji'un " ucap ibu. "Siapa yang meninggal bu..?" Tanya Tita cemas. "Bukan meninggal Ta.., itu tadi dari teman tetehmu..Istrinya masuk rumah sakit" jelas ibu singkat. "Tita pikir ada yang meninggal" jawab Tita "Kalimat itu kan tidak untuk yang meninggal saja Ta.., tapi untuk yang mengalami kesulitan juga." "Hemm..begitu ya bu" Tita mengangguk paham " Kalau begitu.., Tita SMS-kan beritanya ke A Heru ya bu..? sekalian kasi tau kalau Hp Teh Ima ketinggalan disini." Usul Tita disambut anggukan Ibu yang berjalan menuju kamar tidur. ****** Ima bersiap ke kamar mandi, namun sebelum itu, rutinitas alam telah memanggilnya, perutnya sedikit sakit..mulas. Untuk waktu yang lama Ima menghabiskan waktu di kamar kecil. Lantai keramik putih bersih tempatnya berpijak berubah warna, merah..darah. "Ya Allah..." pekik Ima tertahan, panik campur takut. " Duh Gusti nu Agu